Meskipun terdengar ringan, diare masih menjadi penyebab kematian balita tertinggi di Indonesia. Penyakit ini menyerang saluran pencernaan dan ditandai dengan buang air besar encer lebih dari tiga kali sehari. Pada anak-anak, terutama balita, diare dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi berat yang bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani.
Penyebab utama diare pada balita adalah infeksi virus (seperti rotavirus), bakteri, atau parasit akibat:
- Air yang tidak bersih.
- Makanan yang terkontaminasi.
- Kurangnya kebiasaan cuci tangan.
- Sanitasi lingkungan yang buruk.
Masalah diperparah oleh minimnya kesadaran orang tua tentang tanda bahaya dehidrasi, serta keterlambatan dalam pemberian cairan rehidrasi oral (oralit). Padahal, solusi diare seringkali sederhana: pemberian cairan, istirahat, dan nutrisi yang cukup.
Pemerintah dan organisasi kesehatan dunia terus mengampanyekan imunisasi rotavirus, promosi ASI eksklusif, dan kebiasaan higienis. Namun, peran keluarga dan komunitas sangat krusial dalam mencegah dan merespons diare sejak dini.